Minggu, 30 September 2012

Fakta, Manfaat, & Dampak Buruk Memakan Permen Karet






Permen karet adalah permen kunyah  dengan ciri khas dapat menjadi gelembung saat ditiup. Permen karet memiliki warna dan rasa yang beraneka ragam. Sejarah permen karet dimulai 9000 tahun yang lalu dalam bentuk pemanis madu yang dimakan para pemburu Swedia. Dilanjutkan kebiasaan orang-orang Yunani Kuno mengunyah damar dari Turki. Dan juga menjadi rutinitas masyarakat di Amerika Utara mengunyah damar Cemara yang kemudian diganti parafin.

Kemudian, di era modern dikembangkan oleh Amerika menjadi bubble gum dan gum balls. Dibuat dari getah pohon atau damar gliserin yang ditambah larutan gula, peppermint dan bahan lainnya. Kemudian diaduk dan dicetak. Karena banyak macam bahan kimia yang dicampur didalamnya, maka selain memiliki manfaat, permen karet juga berdampak buruk. Silakan simak semuanya...

Manfaat
Permen karet sangat efektif untuk menyegarkan dan menetralisir mulut dari bau-bauan. Permen karet juga sangat rekat sehingga mampu membersihkan sisa-sisa makanan di permukaan gigi. Air liur yang banyak keluar setelah mengunyahnya juga baik untuk rongga mulut karena dapat mengurangi resiko pembentukan plak. Mengunyah permen karet juga baik untuk melatih otot-otot  di bagian wajah sehingga memperlancar peredaran darah dan membuat wajah semakin segar.

Dampak Buruk
Sisa gula permen karet yang tertinggal akan berubah menjadi asam yang akan merusak kalsium pada email gigi. Buat anda yang mempunyai tambalan gigi juga harus menghindari permen karet. Seringnya mengunyah permen karet juga berdampak pada kebiasaan buruk gigi gemeretak saat tidur. Dan intensitas mengunyahnya berlebihan juga membuat otot wajah semakin berotot dan keras.

Nah, sudah tahu manfaat baik dan dampak buruknya khan? Sekarang tinggal anda yang menentukan pilihan. Ingin terus atau menghentikan kebiasaan mengunyah permen karet. Semoga bermanfaat ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar